04/09/13

Sembilan Puluh Lima


Nomor ini yang saya pegang dan saya simpan dengan baik beberapa waktu yang lalu.
Sebuah pertunjukan dari seorang musisi lokal membuat saya sempat berlari-larian kecil untuk mendapatkan beberapa tiket yang saat itu dijual dengan sangat terbatas dalam tempo waktu yang sangat singkat. Saya saat itu berada pada antrian sembilan puluh lima dari seratus dan menunggu selama beberapa puluh menit kemudian demi sebuah pertunjukan singkat yang memang sangat menyenangkan.
Lalu ada tujuh puluh lima. Sebuah angka yang tiba-tiba dihibahkan seseorang yang tidak dikenal pada seseorang yang saat itu datang dengan rekannya. Tujuh puluh lima lalu membawa beberapa percakapan basa-basi yang disertai dengan ribuan potongan ingatan yang sudah disimpan dengan rapi. Lalu dengan terus menggengam kertas kecil berangka tujuh puluh lima, seseorang berkata: 
"Maaf ya saya duluan padahal kamu datang lebih dulu."
Ada tawa kecil di sana. Ada sedikit syukur juga. Semesta membawa beberapa rindu yang sempat menguap menjadi awan pada beberapa waktu menuju angka enam belas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar