17/09/13

Minggu Kedua Pada Sembilan

Senja-senja yang melintas secara acak dan berloncatan dari satu tempat ke tempat lain. Saya menghabiskan separuh dari minggu kedua bulan sembilan tidak untuk tetap berada di Jogja. Nekat berlarian walau aktivitas perkuliahan dan yang lain berhimpitan. Entah untuk apa. Mungkin memang sedang butuh ruang. Mungkin juga spasi. Terkadang rasa-rasanya segalanya terlalu sesak untuk dilalui.
Menuju semarang untuk sebuah kejutan pada karib yang selalu mengamini setiap ocehan-ocehan random saya. Lalu ke arah timur sedikit untuk sekedar mencoba melihat dari tempat yang lebih tinggi pada Lawu. Terimakasih semesta untuk segala kesempatannya. Walau bagaimana semua yang ada di kepala masih tetap berjejal berkelebat cepat begitu saja.

10/09/13

Menuju Senja di Sebuah Minggu


Sebuah senja yang luar biasa menarik dan cantik di sela rutinitas yang mulai mendera tanpa menyisa waktu untuk menghela nafas. Adalah Folk Afternoon #5 yang membawa beberapa cerita, tawa dan percakapan menuju senja yang santai di sebuah Minggu. Terimakasih semesta juga untuk Kak Tri, Kak Bayu, Koko dan disusul Mas Ioga untuk beberapa waktunya yang menyenangkan. Semoga akan ada ruang-ruang santai nan kece lagi di hari-hari depan. Terimakasih juga untuk gigs dengan set yang super unik dan bonus langit jingganya :)

04/09/13

Sembilan Puluh Lima


Nomor ini yang saya pegang dan saya simpan dengan baik beberapa waktu yang lalu.
Sebuah pertunjukan dari seorang musisi lokal membuat saya sempat berlari-larian kecil untuk mendapatkan beberapa tiket yang saat itu dijual dengan sangat terbatas dalam tempo waktu yang sangat singkat. Saya saat itu berada pada antrian sembilan puluh lima dari seratus dan menunggu selama beberapa puluh menit kemudian demi sebuah pertunjukan singkat yang memang sangat menyenangkan.
Lalu ada tujuh puluh lima. Sebuah angka yang tiba-tiba dihibahkan seseorang yang tidak dikenal pada seseorang yang saat itu datang dengan rekannya. Tujuh puluh lima lalu membawa beberapa percakapan basa-basi yang disertai dengan ribuan potongan ingatan yang sudah disimpan dengan rapi. Lalu dengan terus menggengam kertas kecil berangka tujuh puluh lima, seseorang berkata: 
"Maaf ya saya duluan padahal kamu datang lebih dulu."
Ada tawa kecil di sana. Ada sedikit syukur juga. Semesta membawa beberapa rindu yang sempat menguap menjadi awan pada beberapa waktu menuju angka enam belas.

01/09/13

MNSTR vs ULTRMN


Saya si monster yang tidak punya kerjaan sehingga berlarian ke sana kemari untuk menginjak-injak gedung-gedung tinggi yang sudah dibangun dengan susah payah. Lalu dia? Dia ultraman yang datang untuk menghentikan kelakuan super absurd saya. Dan segalanya selalu berulang. Saya hancurkan, dia hentikan. Sampai pada beberapa waktu yang membawa sebuah skenario baru. Saya si monster dan dia ultraman berjalan beriringan pada beberapa hujan dan berakhir pada dua cangkir kopi di beberapa kedai bersamaan dengan obrolan-obrolan yang berlarian tak karuan. Hingga akhirnya ada banyak perjalanan lain yang luar biasa.
Tapi saya masih si monster yang suka berulah. Sama seperti ketika pertama saya bertemu dengannya. Maka untuk dia, ultraman kesayangan saya, jangan lelah dengan beragam ulah :)