Senja-senja yang melintas secara acak dan berloncatan dari satu tempat ke tempat lain. Saya menghabiskan separuh dari minggu kedua bulan sembilan tidak untuk tetap berada di Jogja. Nekat berlarian walau aktivitas perkuliahan dan yang lain berhimpitan. Entah untuk apa. Mungkin memang sedang butuh ruang. Mungkin juga spasi. Terkadang rasa-rasanya segalanya terlalu sesak untuk dilalui.
Menuju semarang untuk sebuah kejutan pada karib yang selalu mengamini setiap ocehan-ocehan random saya. Lalu ke arah timur sedikit untuk sekedar mencoba melihat dari tempat yang lebih tinggi pada Lawu. Terimakasih semesta untuk segala kesempatannya. Walau bagaimana semua yang ada di kepala masih tetap berjejal berkelebat cepat begitu saja.


